Perbandingan trigometri pada segitiga siku-siku
Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku
- Perbandingan Trigonometri dari Suatu Sudut pad aSegitiga Siku-Siku
Segitiga siku-siku yaitu segitiga dengan salah satu sudutnya adalah . Dalam segitiga siku-siku terdapat sisi miring yang disebut hipotenusa. Kuadrat hipotenusa yaitu jumlah dari kuadrat dua sisi lainnya. Secara sistematis, teorema Pythagoras dapat dinyatakan sebagai berikut.
dengan a dan b adalah sisi siku-siku dan cadalah sisi miringnya. Untuk lebih jelasnya maka perhatikan gambar berikut.

- Perbandingan Sinus (sin), Cosinus (cos), Tangen (tan), Cosecan (scs), Secan (sec), dan Cotangen (cot).
Untuk mengetahui rasio trigonometri, kita menggunakan segitiga siku-siku. Untuk itu, kita harus mengetahui letak sisi depan, sisi samping, dan sisi miring. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:

- Sisi Miring adalah sisi di depan sudut siku-siku.
- Sisi Depan adalah sisi di depan sudut α.
- Sisi Samping adalah sisi siku-siku lainnya.
Setelah mengetahui sisi miring, sisi depan, dan sisi samping, selanjutnya kita akan membahas definisi sinus, cosinus, tangen, cosecan, secan, dan cotangen.

Contoh:
Tentukan nilai sinus, cosinus, dan tangen untuk sudut Q dan R pada segitaga berikut.

Jawab:

![]()
![]()



- Nilai Perbandingan Trigonometri Sudut Istimewa
Sudut istimewa meliputi ,
,
,
,
, dan sudut istimewa lainnya pada kuadran II, III, dan IV. Sudut istimewa dihasilkan dengan menggunakan teori geometri.
Untuk mencari sudut istimewa dapat digunakan beberapa bidang datar untuk mencara nilai sudut istimewa tersebut.
- Sudut 30dan 60
Untuk mencari nilai perbandingan sudut kita menggunakan segitiga sama sisi.

Segitiga sama sisi memiliki sisi-sisi yang sama panjang dan sudut yang sama besar. Sudut-sudut segitiga sama sisi masing-masing adalah .
Segitiga sama sisi ABC memiliki panjang sisi-sisinya adalah 2x satuan. Titik D adalah titik tengah AB, sehingga jika ditarik garis dari titik C ke titik D akan membagi segitiga sama sisi tersebut menjadi segitiga sama sisi, dengan sudut siku-siku di D.
Karena titik D merupakan titik tengah, maka panjang AD =BD = AC = x
maka diperoleh:
Sehingga adalah segitiga siku-siku dengan
adalah sudut siku-siku.Dengan menggunakan teorema phytagoras, maka dapat ditentukan panjang sisi CD
1. Untuk
2. Untuk
- Sudut 45
Untuk mencari perbandingan sudut pada sudut 45, maka kita menggunakan persegi.

Diberikan segitiga ABC siku-siku di B dengan ∠ A = θ.
Jika sisi di depan sudut (opposite) dinamakan "depan", sisi di samping sudut (adjacent) dinamakan "samping" dan sisi miring (hypotenuse) dinamakan "miring", maka perbandingan sisi-sisi tersebut didefinisikan sebagai berikut :
Keterangan :
sin untuk sinus
cos untuk cosinus
tan untuk tangen
csc untuk cosecan
sec untuk secan
cot untuk cotangen
Catatan :
Sisi depan dan sisi samping dapat berubah tergantung sudut yang digunakan, sedangkan sisi miring selalu sama, yaitu sisi terpanjang dan letaknya selalu di depan sudut siku-siku.
Dari definisi diatas dapat kita amati dan simpulkan sebagai berikut :
Cosecan adalah kebalikan dari sinus, ditulis Secan adalah kebalikan dari cosinus, ditulis Cotangen adalah kebalikan dari tangen, ditulis
Tangen adalah perbandingan sinus terhadap cosinus, ditulis sehingga
Contoh 1
Tentukan semua perbandingan trigonometri untuk sudut α pada segitiga ABC dan sudut β untuk segitiga PQR !
Penyelesaian :
Perhatikan segitiga ABC
AC = = 2
Sesuai dengan definisi, maka
sin(α) = = =
cos(α) = = =
tan(α) = = = =
csc(α) = = = =
sec(α) = = = = 2
cot(α) = = = =
Perhatikan segitiga PQR
QR = = 1
Sesuai dengan definisi, maka
sin(β) = = = =
cos(β) = = = =
tan(β) = = = = 1
csc(β) = = = =
sec(β) = = = =
cot(β) = = = = 1
Contoh 2
Jika tan(α) = dan α sudut lancip, tentukan nilai dari
Penyelesaian :
tan(α) = =
Karena perbandingan trigonometri memenuhi konsep kesebangunan, dapat ditulis :
depan =
samping = 1
Dengan teorema phytagoras
miring = = 2
Berdasarkan definisi, kita peroleh
sin(α) =
cos(α) =
sin2(α) + cos2(α) = ()2 + ()2
sin2(α) + cos2(α) = +
sin2(α) + cos2(α) = 1
Jadi, sin2(α) + cos2(α) = 1
Contoh 3
Jika sin(β) = dan sudut β lancip, tentukan nilai dari
Penyelesaian :
sin(β) = =
depan = 1
miring = 2
samping = =
Sesuai definisi
sec(β) =
tan(β) =
sec2(β) − tan2(β) = ()2 − ()2
sec2(α) − tan2(α) = −
sec2(α) − tan2(α) = 1
Jadi, sec2(β) − tan2(β) = 1
Contoh 4
Jika cos(γ) = dan sudut γ lancip, tentukan nilai dari
Penyelesaian :
cos(γ) = =
samping =
miring = 2
depan = =
Sesuai definisi
csc(γ) =
cot(γ) = = 1
csc2(γ) − cot2(γ) = ()2 − (1)2
csc2(γ) − cot2(α) = 2 − 1
csc2(γ) − cot2(α) = 1
Jadi, csc2(γ) − cot2(γ) = 1
Contoh 5
Diberikan segitiga ABC dengan dan . Tunjukkan bahwa dan
Penyelesaian :
Sesuai definisi, maka
sin(α) =
cos(β) =
Dari kedua persamaan diatas, maka
sin(α) = cos(β) ......................................(1)
∠A + ∠B + ∠C = 180°
α + 90° + β = 180°
α + β = 90°
α = 90° − β .............................(2)
Substitusi (2) ke (1) diperoleh
sin(90° − β) = cos(β)
Substitusi (3) ke (1) diperoleh
sin(α) = cos(90° − α)
Contoh 6
Diketahui segitiga ABC . Titik D terletak pada BC sehingga . Jika dan , tunjukkan bahwa
Penyelesaian :
Perhatikan segitiga ABD
tan(α) =
⇔ AB = BD tan(α) ................................(1)
Perhatikan segitiga ABC
tan(β) =
⇔ AB = (BD + 1) tan(β) .......................(2)
Dari persamaan (1) dan (2)
BD tan(α) = (BD + 1) tan(β)
BD tan(α) = BD tan(β) + tan(β)
BD tan(α) − BD tan(β) = tan(β)
BD(tan(α) − tan(β)) = tan(β)
BD = ..................................(3)
Substitusi (3) ke (1)
AB = tan(α)
diperoleh
AB =







Komentar
Posting Komentar